Kamis, 22 November 2012

Auguste Comte (1798-1857)


Auguste Comte adalah tokoh sosiologi yang pertama kali memberikan nama pada ilmu tersebut. Yaitu, pada tahun 1839 dari kata socius yang memiliki pengertian “kawan” atau logos yang artinya “kata”.

Sosiologi dapat diartikan sebagai ilmu yang berbicara atau membahas mengenai masyarakat. Menurutnya, sosiologi adalah ilmu pengetahuan mengenai masyarakat umum yang merupakan tahap akhir dari ilmu pengetahuan dalam artian sosiologi lahir pada waktu akhir-akhir ilmu pengetahuan karena sosiologi didasari oleh kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan. Hal inilah yang memengaruhi sosiologi.

Auguste Comte juga mengatakan bahwa dalam mempelajari ilmu sosiologi tidak bisa dengan spekulasi atau hanya dengan mengandalkan dugaan-dugaan.

Pengetahuan mengenai sosiologi harus dilakukan berdasarkan pengamatan dan observasi langsung, yang sistematika dan metodologinya tersusun.Auguste Comte mempunyai dua anggapan inti atau pokok yang menjadi objek atau pembahasan dalam sosiologi, yaitu sebagai berikut.
1. Social Statistik adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara lembaga-lembaga yang ada dimasyarakat.
2. Social Dinamic adalah ilmu yang mempelajari bagaimana lembaga tersebut mengalami perkembangan dan perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan zamannya. Perkembangan yang terjadi pada lembaga yang ada dimasyarakat karena terdapat tiga tahapan dalam perkembangan pada pikiran manusia. Tiga tahapan tersebut adalah sebagai berikut.
  • Tahapan teologis adalah tingkat pemikiran manusia bahwa benda-benda yang ada di dunia ini memiliki jiwa karena adanya kekuatan yang berada di atas manusia. Tahapan teologis tersebut tidak sesuai dan tidak dapat dipakai karena tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bertujuan mencari adanya sebab dan akibat dari gejala-gejala perkembangan dan perubahan dari lembaga masyarakat.
  • Tahapan Metafisis adalah tahapan dari pikiran-pikiran manusia yang memercayai bahwa ada kekuatan di luar diri dan di atas diri manusia.
  • Tahap Positif adalah tahapan pemikiran manusia yang mampu berfikir secara ilmiah. Pada tahapan inilah ilmu pengetahuan mulai berkembang dan mengalami perubahan.
Dari hasil pemikirannya kita bisa mengetahui filsuf Prancis ini melakukan pendekatan mengenai masyarakat. Dari tiga tahapan pemikiran manusia di atas, nampak bagaimana ilmu pengetahuan memiliki tiga urutan tertentu berdasarkan logika yang pada akhirnya mengantarkan pada gejala-gejala ilmiah.

Pemikiran-pemikiran tokoh sosiologi Auguste Comte terdapat dalam karya-karyanya, beberapa di antaranya adalah "The Scientific Labors Necessary for the Reorganization of Society" (1822), "The Positive Philosophy" (sebanyak enam jilid, 1830 – 1840), dan "Subjective Synthesis" (1820 – 1903). Di buku "The positive philosophy" jilid terakhirlah tokoh sosiologi ini mencatat lahirnya kata atau pengistilahan sosiologi, tepatnya yaitu pada tahun 1842. John Stuart Mill adalah seorang ahli filsafat dan pemikir dari Inggris pernah memakai istilah “ethnology” untuk ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan masyarakat. Namun, istilah tersebut tidak begitu populer.

0 komentar:

Poskan Komentar